seputar-kppn.com

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Dibaca: 7010 kali

Petunjuk Pencairan Dana Bantuan Siswa Miskin dan Beasiswa Bakat-Prestasi Di Lingkungan Kementerian Agama

E-mail Print PDF

Dalam rangka percepatan pencairan dan penyaluran Dana Bantuan Siswa Miskin dan Beasiswa Bakat dan Prestasi di lingkungan Kementerian Agama dan sambil menunggu ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan tentang Belanja Bantuan Sosial di Kementerian Negara/Lembaga, maka Direktur Jenderal Perbendaharaan menerbitkan S-4866/PB/2012 tanggal 6 Juni 2012 hal Petunjuk Pelaksanaan Pencairan dan Penyaluran Dana Bantuan Siswa Miskin dan Beasiswa Bakat dan Prestasi di Lingkungan Kementerian Agama. Hal-hal yang diatur dalam petunjuk tersebut adalah sebagai berikut:

A. PENERIMA DANA

  1. Penerima dana Bantuan Siswa Miskin adalah siswa miskin pada Madrasah Ibtidaiyah (Ml), Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau Madrasah Aliyah (MA) yang telah memenuhi kriteria sesuai pedoman/petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama;
  2. Penerima dana Beasiswa Bakat dan Prestasi adalah siswa yang memiliki prestasi di bidang akademik/non-akademik pada MI, MTs, atau MA yang telah memenuhi kriteria sesuai pedoman/petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama.

B. PENCAIRAN DANA

  • Pencairan dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi yang disalurkan dalam benluk uang dilakukan melalui pembayaran langsung (LS) dari rekening Kas Umum Negara ke:
  1. Rekening penerima bantuan dan beasiswa; atau    .
  2. Rekening Bank/Pos Penyalur.
  • Penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi melalui Bank/Pos Penyalur dilakukan dalam hal:
  1. Penerima bantuan dan beasiswa tidak memungkinlon untuk membuka rekening; atau
  2. Penerima bantuan dan beasiswa iebih dari 100 rekening.
  • Dalam rangka pencarian dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi, PPK mengajukan SPP kepada PP-SPM yang dilampiri dengan:
  1. Surat Keputusan penerima dana  Bantuan Siswa M!s<in dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi;
  2. Daftar dan rekapitulasi penerima dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi;
  3. Surat Pernyataan Tanggungjawab Beianja (format teriampir);
  4. Naskah kontrak/perjanjian kerja sama penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi antara PPK dan Bank/Pos Penyalur (dalam hal penyaluran dana bantuan dan beasiswa melalui Bank/Pos Penyalur).

  • PP-SPM melakukan pengujian terhadap SPP dan lampiran yang diajukan oleh PPK;
  • Dalam hal berdasarkan hasil pengujian terhadap SPP dinyatakan lengkap dan benar, PP-SPM menerbitkan SPM-LS dan mengesahkan SPTB yang diajukan oleh PPK;
  • Pengajuan SPM-LS oleh PP-SPM ke KPPN dilampiri dengan:
  1. Resume kontrak/perjanjian kerja sama (format dalam lampiran S-4668/PB/2012);
  2. Rekapitulasi dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi sesuai dengan data jumlah siswa penerima dana yang dirinci per kabupaten/kota (format dalam lampiran S-4668/PB/2012)
  3. SPTJM (format dalam lampiran S-4668/PB/2012).
  • Tata cara pengujian SPP, pengajuan SPM-LS oleh PP-SPM ke KPPN, dan penerbitan SP2D oleh KPPN dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

C. PENUNJUKAN BANK/POS PENYALUR

  • PPK melakukan pemilihan Bank/Pos Penyalur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah;
  • Bank/Pos yang terpilih sebagai Bank/Pos Penyalur dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi menandatangani kontrak/perjanjian kerja sama dengan PPK;

  • Kontrak/perjanjian kerja sama antara PPK dengan Bank/Pos Penyalur paling kurang memuat:
  1. Hak dan kewajiban kedua belah pihak;
  2. Tata cara dan syarat penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi kepada penerima;
  3. Pernyataan kesanggupan Bank/Pos Penyalur untuk menyalurkan dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi kepada penerima paling lama 30 (tiga puluh) hari kalender sejak dana ditransfer dari Rekening Kas Umum Negara ke rekening Bank/Pos Penyalur;
  4. Pernyataan kesanggupan Bank/Pos Penyalur bahwa sisa dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi pada Bank/Pos Penyalur yang tidak disalurkan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender harus disetor ke Rekening Kas Umum Negara pada hari kerja berikutnya;
  5. Kewajiban Bank/Pos Penyalur untuk menyampaikan laporan penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan  Prestasi secara berkala kepada PPK;
  6. Pernyataan kesanggupan Bank/Pos Penyalur untuk menyetorkan bunga atau jasa giro yang timbul dalam rangka kegiatan penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi ke Rekening Kas Umum Negara;
  7. Pernyataan kesanggupan Bank/Pos Penyalur untuk menyetorkan sisa dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi yang tidak tersalurkan sampai dengan akhir tahun anggaran ke Rekening Kas Umum Negara; dan
  8. Sanksi.
  • Kontrak/perjanjian kerja sama antara PPK dengan Bank/Pos Penyalur dilarang mencantumkan klausul potongan atau pungutan terhadap penerima dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi.
  • Pembukaan rekening Bank/Pos Penyalur oieh KPA dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai pengelolaan rekening milik Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja.

D. PENGEMBALIAN SISA DANA

  1. PPK melakukan penelitian atas laporan penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi yang disampaikan oleh Bank/Pos Penyalur;
  2. Dalam hal hasil penelitian terdapat dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi yang belum tersalurkan sampai dengan batas waktu yang tercantum dalam kontrak/perjanjian kerja sama, PPK menerbitkan Surat Perintah kepada Bank/Pos Penyalur untuk menyetorkan dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi tersebut ke Rekening Kas Umum Negara;
  3. Penyetoran dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi yang dilakukan pada tahun anggaran berjalan menggunakan Surat Setoran Pengembalian Belanja (SSPB), sedangkan jika disetor pada tahun anggaran berikutnya menggunakan Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP);
  4. SSPB dan SSBP dilampiri dengan daftar nama penerima dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi;
  5. Penyetoran bunga/jasa giro yang timbul dalam rangka kegiatan penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi, surat setorannya dibuat secara terpisah dengan penyetoran sisa dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi pada angka 4.
  • Dalam hal Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mekanisme Belanja Bantuan Sosial  pada  Kementerian  Negara/Lembaga telah ditetapkan,  maka petunjuk pelaksanaan pencairan dan penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin dan dana Beasiswa Bakat dan Prestasi mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan tersebut.

Tulis Komentar


You are here: